SAKA BHAYANGKARA KOTA TASIKMALAYA











{Februari 12, 2010}   TERLANJUR CINTA

Disini…

hangatnya mentari tak lagi terasa…

tapi semua tau, bukan karna mentari lelah berpijar…

Dan disini…

meski tak ada yang tau…

ada hati yang perlahan mati karna asa yang mulai pupus…

dan disini, dalam diam ini…

setiap saat aku masih memikirkanmu…

aku masih sangat menyayangimu…



1. Kegiatan-kegiatan Tingkat Nasional

a. KPDK Nasional

Waktu : April 2010
Peserta : 1 Pa / 1 Pi (Peserta dapat dari jajaran semua jajaran dewan kerja, sesuai dengan Pleno DKD)

b. Pelatihan Kewirausahaan Nasional

Waktu : Maret 2010
Tempat : Pusdika Nasional Cibubur Jakarta
Peserta : 1 Pa / 1 Pi

c. Giat Prestasi Tingkat Nasional bagi T&D

** dalam tahap perencanaan & penyusunan Kegiatan

d. Internasional JOTA-JOT Asia-Fasifik

Waktu : Agustus 2010
Tempat : Tersebar
Peserta : Seluruh Anggota Pramuka

e. PW Nasional

waktu: Desember 2010
Tempat : Buper Kwarda Nangroe Aceh Darussalam
Peserta : 20 Pa / 20 Pi / Kwarda

f. Perkemahan Bakti Bhayangkara Nasional 2010

Waktu : Juni-Juli
Tempat ; Semarang Jawa Tengah
Peserta: 20 Pa / 20 Pi / Kwarda

g. SIPDARNAS 2010

2. KEGIATAN T&D KWARTIR DAERAH JAWA BARAT

a. PERAN SAKA Daerah Jawa Barat 2010

Waktu: PM 2010
Tempat: Sukabumi Jawa Barat
Peserta: – / Anggota Saka & Siswa SMK

b. MUSPPANITERA 2010

Waktu : 2PM 2010
Tempat : Kwarda Jawa Barat
Peserta: Utusan DKC se Jawa Barat

(tim verifikasi wilayah Priangan Timur di Wakili oleh Kak. Indra FDJ (DKC Kab. Ciamis)

Hasil Pertemuan dengan Dewan Kerja Kwartir Cabang Kota Tasikmalaya, 4 Desember 2009.



{Januari 29, 2010}   Indonesia, Tanah Tumpah Darahku

Bersatu kita teguh
bercerai kita jatuh

Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya,
Dilingkari air mulia tampaknya :
Tumpah darahku Indonesia namanya.

Lihatlah kelapa melambai-lambai
Berdesir bunyinya sesayup sampai
Tumbuh di pantai bercerai berai
Mamagar daratan aman kelihatan;
Dengarlah ombak datang berlagu
mengejar bumi ayah dan ibu,
Indonesia namanya, tanah airku

Tanahku bercerai seberang menyeberang
Merapung di air malam dan siang
Sebagai telaga dihiasi kiambang,
Sejak malam di hari kelam
sampai purnama terang benderang;
Di sanalah bangsaku gerangan menopang
Selama berteduh di alam dan lapang.

Tumpah darah nusa India
Dalam hatiku selalu mulia
Dijunjung tinggi atas kepala
Semenjak diri lahir ke bumi
Sampai bercerai badan dan nyawa
karena kita sedarah sebangsa
Bertanah air di Indonesia

Bangsa Indonesia bagiku mulia
Terjunjung tinggi pagi dan senja,
Sejak syamsiar di langit nirmala
Sampaikan malam di hari kelam

Penuh berbintang cahaya bulan;
Mengapalah mulia, handai dan taulan,
Badan dan nyawa ia pancarkan.

Selama matari di alam beredar
Bulan dan bintang di langit berkisar
Kepada bangsaku berani berikrar;
Selama awan putih gemawan
memayungi telaga ombak-ombakan,
Sela itu bangsaku muliawan
Kepada jiwanya kami setiawan

Ke Indonesia kami setia
Di manakah ia di hatiku lupa,
Jikalau darah di badan dan muka
Berasal gerangan di tanah awal;
Sekiranya selasih batang kemboja
Banyak kulihat ditentang mata
Menutupi mejan ayah dan bunda ?

Di batasan lautan penuh gelombang,
Mendekati pantai buih berjuang,
Terberai tanahku gewang gemewang,
Sebagai intan jatuh terberai
Dilingkari kerambil lambai melambai
Menyanyikan lagu nan indah permai
Di sela ombak memecah ke pantai.

Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai,
tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya,
Dilingkari air mulia tampaknya :
Tumpah darahku Indonesia namanya.

Memandang alam demikian indahnya
Ditutupi langit dengan awannya
Berbilaikan buih putih rupanya,
Rindulah badan ingin dan rewan
Terkenang negeri dengan bangsanya
Berumah tangga selama-lamanya
Penuh peruntungan berbagai sejarahnya

(Pasundan, 26 Oktober 1928)

Sajak-sajak Perjuangan dan Nyanyian Tanah Air



et cetera
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.